Wednesday, 27 July 2022

Hipertensi Lansia : Pengertian, Penyebab, dan Pencegahan

Pengertian Hipertensi?

     Menurut WHO, Hipertensi adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg) (Sunarwinadi, 2017). Hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena dapat menyerang siapa saja secara tiba-tiba serta merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Hipertensi juga beresiko menimbulkan berbagai macam penyakit lainnya yaitu seperti gagal jantung, jantung koroner, penyakit ginjal dan stroke.
Gambar 1. Lansia



Mengapa Lansia Rentang Mengalami Hipertensi?

     Seperti yang disebutkan sebelumnya, tekanan darah dianggap normal jika berkisar antara 120/80 mmHg. Namun, perlu diketahui bahwa tekanan darah cenderung bervariasi setiap waktu, tergantung pada usia, aktivitas yang dijalani, makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta waktu pengukuran. Umumnya pada lansia, tekanan darah tergolong tinggi apabila lebih dari 140/90 mmHg. Hal yang terjadi pada tubuh jika hipertensi terjadi pada lansia adalah sakit kepala parah, pusing, penglihatan buram, mual, telinga berdenging, detak jantung tidak teratur, kebingungan, kelelahan, nyeri dada, sulit bernapas, muncul darah dalam urin, serta sensasi berdebar di dada, leher, atau telinga. 
     Hipertensi pada lansia dikaitkan dengan proses penuaan yang terjadi pada tubuh. Semakin bertambah usia seseorang, tekanan darah juga semakin meningkat. Meskipun proses penuaan memang sesuatu yang alami, lansia dengan hipertensi tetap berisiko mengalami komplikasi penyakit yang lebih serius. Seperti stroke, kerusakan ginjal, penyakit jantung, kebutaan, diabetes, dan penyakit berbahaya lainnya.




Apa saja faktor-faktor Penyebab Hipertensi ?
     
     Faktor penyebab penyakit hipertensi yaitu faktor demografi seperti umur, jenis kelamin, keturunan dan etnis, faktor perilaku seperti obesitas, stress, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

1. Faktor demografi
- Umur 
Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi. Tekanan darah akan naik dengan bertambahnya umur terutama setelah umur 40 tahun. Hal ini disebabkan oleh perubahan struktur pada pembuluh darah besar, sehingga lumen menjadi lebih sempit dan dinding pembuluh darah menjadi lebih kaku, sebagai akibat dari peningkatan tekanan darah sistolik.

- Jenis Kelamin
Jenis kelamin sangat berpengaruh pada terjadinya hipertensi. Pada umumnya pria lebih rentan terkena penyakit hipertensi dibandingkan dengan wanita. Seorang ahli mengatakan bahwa pria lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan wanita dengan rasio 2.29 mmHg untuk peningkatan darah sistolik. Hal ini dipengaruhi oleh hormon estrogen pada wanita yang meningkatkan kadar HDL sehingga melindungi wanita dari hipertensi (Kartikasari, 2012). Namun apabila wanita memasuki masa menopause maka resiko hipertensi meningkat sehingga prevalensinya lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Hal ini disebabkan oleh produksi hormon estrogen menurun pada saat menopause sehingga menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

- Keturunan (genetik)
Faktor genetik berkaitan dengan metabolisme pengaturan garam dan renin membran sel. Menurut Davidson bila kedua orang tuanya menderita hipertensi maka sekitar 45% akan diturunkan kepada anak-anaknya dan bila salah satu orang tuanya menderita hipertensi maka sekitar 30% akan turun kepada anak-anaknya.




2. Faktor Perilaku 
- Obesitas 
Obesitas merupakan salah satu faktor penyebab hipertensi. Obesitas akan menambah kerja jantung, keadaan ini meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan kolesterol, Secara langsung obesitas dapat menyebabkan peningkatan cardiac output karena makin besar massa tubuh makin banyak pula jumlah darah yang beredar sehingga curah jantung ikut meningkat.

- Stress
Stress dapat memicu terjadinya tekanan darah meningkat hal ini karena stress dapat merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan hormon adrenalin dan memicu jantung berdenyut lebih cepat sehingga menyebabkan tekanan darah naik.

- Merokok 
Rokok mengandung berbagai macam zat kimia yang dapat membahayakan tubuh diantaranya nikotin, karbomonoksida, dan bahan yang lainnya. Kandungan kimia dalam rokok dapat menyebabkan timbulnya hipertensi dan penyakit lainnya seperti serangan jantung dan kanker.




Asupan yang salah dapat mengakibatkan hipertensi?
1. Garam
Garam sebenarnya diperlukan tubuh, apabila dikonsumsi dalam batas yang normal. Mengkonsumsi garam yang banyak akan menyebabkan banyak cairan tubuh yang tertahan, hal itu dapat meningkatkan volume darah seseorang. Hal inilah yang menyebabkan pembuluh darah bekerja ekstra karena adanya peningkatan tekanan darah dalam dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.
2. Makanan Berlemak
Penyebab darah tinggi naik yang pertama, yaitu karena sering mengonsumsi makanan berlemak, seperti produk olahan susu sapi, kulit ayam, daging merah dan jeroan. Karena makanan ini mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang bisa menyebabkan gagal jantung dan stroke. 

Resiko Hipertensi dapat di kurangi dengan?
  1. Melakukan aktivitas fisik teratur seperti jalan kaki 30 menit perhari
  2. Tidak merokok
  3. Mengurangi konsumsi garam < 1 sdt/hari (kurangi garam saat memasak) dan mempertahankan BB ideal 
  4. Batasi konsumsi gula <4sdm/hari
  5. Batasi makanan berlemak/di goreng



Makanan yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi?
1. Mentimun
Kalium ini merupakan elektrolit yang membantu mengatur jumlah natrium (kandungan dalam garam) yang ditahan oleh ginjal. Dengan kata lain, kalium bertanggung jawab atas terkontrolnya tekanan darah seseorang.  mentimun juga kaya vitamin C, kalium, dan antioksidan, seperti karotenoid dan tokoferol. Nutrisi-nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk mengontrol atau menurunkan tekanan darah.

2. Sayuran Hijau 
Sayuran hijau kaya kalium yang bisa membantu ginjal untuk menyingkirkan natrium melalui urine, hal inilah yang pada akhirnya bisa membantu menurunkan tekanan darah. ulai dari bayam, lobak hijau, kubis, selada romaine, hingga bit hijau merupakan sayuran hijau yang tepat untuk pengidap tekanan darah tinggi. Namun, sebaiknya hindari sayuran kemasan karena rentan ditambahkan natrium dalam kemasan.

No comments:

Post a Comment