Apa sih itu diare?
Diare diartikan sebagai buang air besar (defekasi) dengan feses yang berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), dengan demikian kandungan air pada feses lebih banyak daripada biasanya. Diare ialah peningkatan massa tinja, frekuensi buang air besar, atau fluiditas (tingkat keenceran) tinja. Hal ini berarti pembentukan feses yang melebihi 250 gr/hari yang mengandung air 70% hingga 95%. Diare yang berat dapat keluar cairan 14 liter/hari.
Kunjungi Juga : Cara Melakukan Diet Sehat Dan Aman Bagi Kesehatan
Jenis-jenis penyakit diare?
Diare dibedakan menjadi diare akut, diare kronis dan persisten.
a. Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak-anak melebihi 3 kali sehari, disertai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu,
b. Diare kronis sering kali dianggap suatu kondisi yang sama namun dengan waktu yang lebih lama yaitu diare melebihi satu minggu, sebagian besar disebabkan diare akut berkepanjangan akibat infeksi,
c. Diare persisten adalah diare yang berlangsung 15-30 hari,merupakan diare berkelanjutan dari diare akut atau peralihan antara diare akut dan kronik biasanya ditandai dengan penurunan berat badan dan sukar untuk naik kembali.
Kunjungi Juga : 10 Manfaat Air Kelapa Muda dan Cara Mengonsumsi yang Tepat
Hal apa saja yang dapat menyebabkan diare?
a. Diare akibat virus
Diare akibat virus , misalnya “influenza perut” dan “travellers diarrhoea” yang disebabkan antara lain oleh rotavirus dan adenovirus. Virus tersebut melekat pada sel mukosa usus yang mengakibatkan rusaknya sel mukosa usus sehingga kapasitas resorbsi menurun.
b. Diare bakterial invasif
Diare bakterial invasif (bersifat menyerbu), diare akibat bakteri ini mengurang seiring dengan meningkatnya derajat higiene masyarakat. Bakteri pada keadaan tertentu menjadi invasif dan menyerbu ke dalam mukosa dimana terjadi perbanyakan diri sambil membentuk
toksin.
c. Diare parasiter
Diare parasiter, diare parasiter terjadi akibat protozoa seperti Entamoeba, histolytica dan Giardia lamblia terutama terjadi di daerah (sub)tropis.
d. Diare akibat penyakit
Diare akibat penyakit, misalnya colitis ulcerosa, p. Crolm, irritable Bowel Syndrome (IBS), kanker colon dan infeksi-HIV juga akibat gangguan.
e. Diare akibat obat
Diare akibat obat yaitu digoksin, kinidin, garam-Mg dan litium, sarbitol, beta blockers, perintang-ACE, reserpin, sitostatika dan antibiotika berspektrum luas (ampisilin, amoksisilin, sefalosporin, klindamisin, tetrasiklin).
Kunjungi Juga : Apa itu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)?, (Pengertian, Gejala dan Cara Pencegahannya)
Bagaimana cara penularan diare?
Cara penularan diare pada umumnya melalui cara fecal-oral yaitu makanan atau minuman yang tercemar oleh enteropatogen, atau kontak langsung tangan dengan penderita atau barang-barang yang telah tercemar tinja penderita, atau secara tidak langsung melalui lalat, secara singkatnya dapat dikatakan melalui “4F” yakni finger (jari), flies (lalat), fluid (cairan), field (lingkungan).
Apa saja sih tanda-tanda penyakit diare?
- Peningkatan frekuensi dan kandungan cairan dalam feses.
- Kram abdomen, distensi, bising usus (borborigmus), anoreksia dan rasa haus.
- Kontraksi spasmodik yang sakit dari anus dan mengejan tak efektif (tenesmus) mungkin terjadi setiak kali defekasi.
- Gejala yang berkaitan adalah dehidrasi dan kelemahan.
- Feses yang banyak mengandung air menandakan penyakit usus halus.
- Feses yang lunak, semipadat berkaitan dengan kelainan kolon.
- Feses berwarna keabu-abuan menandakan malabsorbsi usus
- Mukus dan pus dalam feses menunjukkan enteritis inflamasi atau kolitis
- Bercak minyak pada air toilet merupakan diagnostik dari insufisiensi.
Kunjungi Juga : Makanan Sehat Untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Bagaimana cara pencegahan diare pada balita?
Salah satu pencegahanpenularan diare pada balita adalah kebiasaan yang berhubungan dengan kebersihan perorangan yang penting dalam penularan kuman diare adalah mencuci tangan. Mencuci tangan dengan sabun, terutama sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja anak, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyuapi makanan anak dan sebelum makan, mempunyai dampak dalam kejadian diare.

No comments:
Post a Comment